Kebersihan dalam islam juga lekat dengan aspek ibadah dan aspek moral. Ajaran menjaga kebersihan ini tak cuma slogan atau teori belaka tentunya, melainkan harus dijadikan pola hidup praktis berlandaskan kesadaran diri. Secara khusus, Rasulullah SAW memberikan perhatian mengenai kebersihan:
اَلنَّظَافَةٌ مِنَ اﻻِيْمَانِ٠﴿ﺮﻮﺍﻩ ﺍحمد
Artinya : “Kebersihan itu sebagian dari iman”. (HR. Ahmad)Maknanya, menjaga kebersihan lahir dan batin merupakan ciri bagi keimanan seseorang. Walau dikatakan "sebagian", kita tak bisa menganggap remeh masalah ini. Jika menjaga yang sebagian saja belum mampu, artinya seorang muslim tak akan mampu menyempurnakan imannya. Ada hadits lain yang menyinggung masalah ini:
اَﻻِسْلَامُ نَظِيْفٌ فَتَنَظَّفُوْا فَاِنَّهُ ﻻَيَدْحُلُ الْجَنَّةَ اﻻَّ نَظِيْفٌ ٠﴿ﺮﻭﺍﻩ ﺍلبيهقى
Artinya : “Agama Islam itu (agama) bersih, maka hendaklah kamu menjaga kebersihan, karena sesungguhnya tidak akan masuk surga kecuali orang-orang yang bersih.” (HR. Baihaqy)Selain dua hadits di atas, Allah dalam Al Quran juga menyinggung hal tersebut. Salah satunya adalah yang berikut ini:
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
Artinya: "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang bertobat dan orang-orang yang bersih." (QS. Al Baqarah: 222)Jadi, marilah kita berintrospeksi mengenai hal ini. Sudahkah kita menjelmakan perintah Allah dan Rasul itu menjadi kesadaran dalam berperilaku sehari-hari?
Pembahasan lebih lanjut bisa meliputi:
- Menjaga kebersihan lingkungan dengan membiasakan diri membuah sampah pada tempatnya.
- Menjaga lisan hanya untuk berkata yang baik-baik saja dan dengan kelembutan hati
- Menjaga hati dari hal-hal yang bisa mengotorinya.
- Menghindarkan diri dari perilaku korup
- Dan lain-lain.