Menjaga Kebersihan Lingkungan Menurut Islam

Menjaga kebersihan lingkungan, walau dalam area yang tidak terlalu besar, dapat membawa dampak yang besar bagi lingkup yang lebih besar. Banyak hal-hal kecil tentang kebersihan yang mungkin sering kita lewatkan hanya karena terlihat kecil.

Misalnya, membuang bungkus makanan dan minuman. Begitu banyak orang suka membuang bungkus-bungkus makanan dan minuman, yang umumnya terbuat dari plastik secara sembarangan.

Jika melihat dari sudut pandang pribadi, mungkin hal tersebut tak terlihat terlalu bermasalah. Namun, bila individu dalam lingkup yang lebih kecil tidak mengindahkan kebersihan lingkungannya sendiri, dampak buruk yang besar tinggal dinanti kedatangannnya.

Menjaga kesehatan lingkungan tidak hanya soal demi derajat kesehatan yang lebih baik. Dari lingkungan yang bersih, muncul suasana yang lebih sehat, dan pada kondisi tertentu akan meningkatkan kualitas seorang muslim secara keseluruhan.

Misalnya, orang jadi punya ide-ide cemerlang, konsentrasi dalam bekerja makin terjaga karena tak ada gangguan aroma atau suasana akibat lingkungan kotor. Pemandangan pun terlihat indah ketika tidak ada sampah bertebaran.

Bila seorang muslim tak memiliki mentalitas untuk menjaga kebersihan lingkungannya sendiri, bencana-bencana akibat ulah mereka sendiri siap menghampiri. Misalkan munculnya jenis-jenis penyakit yang bisa disebabkan oleh kekotoran lingkungan.

Lebih jauh lagi, dalam lingkungan kota atau provinsi, bencana seperti banjir akibat dari tersumbatnya saluran-saluran air dari hulu ke hilir. Kerugian materi maupun non materi menjadi sangat besar. Beberapa penyakit yang berhubungan dengan kebersihan lingkungan cukup banyak, seperti: demam berdarah (DB/D), malaria, diare, radang paru, disentri, infeksi, penyakit kulit, dan masih banyak lagi.

Hujjah:

اتَّقُوا اللَّعَّانَيْنِ ». قَالُوا وَمَا اللَّعَّانَانِ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « الَّذِى يَتَخَلَّى فِى طَرِيقِ النَّاسِ أَوْ فِى ظِلِّهِمْ »


Waspadalah dengan dua orang yang terkena laknat.” Mereka berkata, 'Siapakah yang kena laknat tersebut?' Beliau menjawab, 'Orang yang buang hajat di tempat orang lalu lalang atau di tempat mereka bernaung.' (HR. Muslim no. 269).

إِنَّ اللَّهَ تَعَالى طَيِّبٌ يُحِبُّ الطَّيِّبَ نَظِيفٌ يُحِبُّ النَّظَافَةَ كَرِيمٌ يُحِبُّ الْكَرَمَ جَوَادٌ يُحِبُّ الْجُودَ فَنَظِّفُوا أَفْنِيَتَكُمْ

"Sesungguhnya Allah swt. Itu baik, Dia menyukai kebaikan. Allah itu bersih, Dia menyukai kebersihan. Allah itu mulia, Dia menyukai kemuliaan. Allah itu dermawan ia menyukai kedermawanan maka bersihkanlah olehmu tempat-tempatmu." (H.R. at –Tirmizi: 2723)